Asosiasi Teknisi Bom Indonesia
10 Jul
Detasemen B Satuan I Gegana Korp Brimob Polri adalah unsur pelaksana utama di tingkat Satuan I Gegana yang bertugas membina dan mengerahkan kekuatan satuan menindak gangguan kamtibmas berkadar tinggi khususnya kejahatan terorganisir yang menggunakan senjata api dan bahan peledak atau bom.
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan profesionalisme dan keterampilan personil dalam melaksanakan tugas operasional. Maka perlunya diselenggarakan latihan teknis dan taktis bagi personil Detasemen B secara bertingkat, bertahap dan berkesinambungan guna mewujudkan standarisasi kemampuan dan kesiapan operasional satuan.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas Detasemen B Satuan I Gegana telah menyelenggarakan pelatihan pembinaan dan peningkatan kemampuan Teknisi Bom dari tanggal 09 s/d 24 Juni 2008 secara swadaya. Guna mempersiapkan dan menghadapi tantangan tugas dimasa mendatang.
PESERTA LATIHAN
Peserta latihan terdiri dari 9 (sembilan) personil Detasemen B Satuan I Gegana yang dipilih berdasarkan penilaian kinerja dan dedikasi serta motivasi.
Telah memiliki standart kemampuan dasar Operator Bom (Teknisi Bom) masing-masing personil.
Peserta telah melalui seleksi yang meliputi test fisik dan Psiko test.
Peserta latihan dilengkapi kendaraan taktis Jibom lengkap
SISTEM PENILAIAN
Selama latihan berlangsung, penilaian dilaksanakan oleh para instruktur bersama para perwira yang terlibat dalam struktur latihan,dengan sasaran sebagai berikut :
Mental, disiplin serta rasa tanggung jawab dari peserta latihan.
Kemampuan menyerap materi pelajaran.
Keterampilan dalam aplikasi antara teori dan praktek lapangan.
Nilai hasil menangani dan menyelesaikan kasus dalam skenario yang dibuat oleh team instruktur.
HASIL YANG DICAPAI
Dalam pelaksanaan latihan peningkatan kemampuan Teknisi Bom dasar bagi anggota Den B Sat I Gegana, ada beberapa hasil yang didapat sebagai berikut :
Latihan pembinaan dan peningkatan kemampuan tekhnisi bom personil Detasemen B Sat I Gegana secara umum dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai rencana latihan.
Praktek lapangan terhadap penyelesaian semua kasus yang dibuat oleh team instruktur dalam berbagai skenario dapat diselesaikan sesuai petunjuk taktis dan tekhnis yang telah disampaikan oleh instruktur dan berpedoman pada SOP yang benar.
Pada akhir pelaksanaan latihan, dilaksanakan penilaian terhadap peran dan kemampuan peserta dalam menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama latihan dalam kegiatan simulasi serta evaluasi terhadap semua materi yang diberikan dengan hasil yang cukup baik.
Dengan terselengaranya latihan Teknisi Bom Den B Sat I Gegana maka telah terbentuk 9 (sembilan) orang operator penjinak bom di lingkungan Detasemen B Sat I Gegana.
25 Jun
Untuk mengantisipasi ancaman terror dan bencana dimasa mendatang terutama yang berhubungan dengan kimia, biologi, radiologi dan nuklir, Kemenko Polhukam bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kanada mengadakan latihan Intermediate Level - CBRN International First responder Training Program (Program Pelatihan Petugas Tanggap Darurat Internasional KBRN) di JCLEC Semarang dari tanggal 9 juni s/d 13 juni 2008. Peserta terdiri dari Instansi Pemerintahan yang berhubungan dengan tugas tersebut. Antara lain:
1. Polri {Puslabfor, Densus 88 AT, Sat I Gegana Korps Brimob (AKBP Ir. Wahyu Widodo & AKP Sunadi, Sik) & Dokkes Mabes Polri}.
2. TNI {AL (Den Jaka), AD (Kopassus, Nubika, Zipur), AU/Paskhas}.
3. Badan Intelijen Negara.
4. Departemen Kesehatan.
5. Pemadam Kebakaran.
6. Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional.
7. Departemen Dalam Negeri.
8. Badan Pengawas Tenaga Atom Nasional
Maksud dari pelatihan tersebut untuk mempersiapkan para pembuat kebijakan, para teknisi dan spesialis untuk merencanakan dan melakukan tanggap darurat sebuah insiden KBRN dengan mengambil tindakan langsung yang menyelamatkan jiwa. Termasuk didalamnya untuk mempromosikan standarisasi dan kemampuan internasional operabilitas antara yuridiksi yang berdampingan dan juga sumber daya lain yang dimiliki oleh pemerintah.
IFRTP difokuskan pada Tahap Intervensi dari sebuah insiden KBRN. Dimana para spesialis dan teknisi akan melakukan deteksi, identifikasi, penyelidikan, dekontaminasi serta manajemen korban, sesuai kebutuhan. Keselamatan pemberi tanggap darurat merupakan pertimbangan utama. Dalam hal terdapat ketiadaan informasi yang lengkap mengenai sebuah insiden, sebuah pendekatan ‘semua bahaya’ atau ‘kasus terburuk’ akan digunakan. Keputusan akan dibuat berdasarkan kehati-hatian dan kewaspadaan dan selalu berpihak pada keselamatan. Filosofi ini digunakan dalam menjelaskan parameter operasional seperti jarak evakuasi, persyaratan peralatan pelindung dan seberapa jauh proses dekontaminasi bisa dilakukan.
Akhir dari pelatihan Intermediate Level - CBRN IFRTP bertujuan;
· Melakukan tanggap darurat atas sebuah insiden KBRN dengan menciptakan dan menjaga kerjasama dengan badan-badan tanggap darurat lainnya.
· Menangani korban bila terjadi insiden KBRN.
· Melakukan dekontaminasi terhadap korban, petugas tanggap darurat dan peralatan di sebuah lingkungan yang terkontaminasi KBRN.
· Bekerja dengan aman di dalam lingkungan KBRN.
Petugas tanggap darurat dengan pelatihan IFRTP akan dapat mengurangi kemungkinan “kasus terburuk” dengan aman berdasarkan diagnose, identifikasi dan analisa dari ancaman dan bahaya-bahaya yang akan datang. Semoga hal tersebut dapat terwujud dan berkesinambungan.
5 Jun
Rekan-rekan mungkin mungkin masih belum familiar mendengar istilah KBR. merupakan singkatan dari Kimia Biologi dan Radioaktif. di era kemajuan teknologi yang semakin canggih sekarang ini juga meningkatkan kemampuan teroris untuk mengembangkan senjata2 pemusnah masal, salah satunya yaitu bahan-bahan berbahaya KBR. oleh karena itu untuk mengantisipasi ancaman ini, polri membentuk unit KBR yang mempunyai tugas utama sebagai first responder terhadap kejadian-kejadian yang berhubungan denganbahan-bahan berbahaya KBR ini. Buku pedoman pelaksanaan bagi unit KBR ini sudah selesai dibuat dimana didalam buku tersebut menetapkan bahwa ubit KBR secara struktural berada di dalam Satuan I Gegana Brimob Polri yang bermarkas di Mako Korbrimob di Kelapadua Depok yang diwadahi di dalam satu detasemen yaitu Detasemen E / KBR.
Dalam tulisan ini saya ingin menampilkan salah satu peralatan yang di gunakan untuk menjinakkan bom KBR. seperti gambar di bawah ini:
Alat ini namanya Universal Tent dan Air Foam dolly System