Asosiasi Teknisi Bom Indonesia
25 Jun
Untuk mengantisipasi ancaman terror dan bencana dimasa mendatang terutama yang berhubungan dengan kimia, biologi, radiologi dan nuklir, Kemenko Polhukam bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kanada mengadakan latihan Intermediate Level - CBRN International First responder Training Program (Program Pelatihan Petugas Tanggap Darurat Internasional KBRN) di JCLEC Semarang dari tanggal 9 juni s/d 13 juni 2008. Peserta terdiri dari Instansi Pemerintahan yang berhubungan dengan tugas tersebut. Antara lain:
1. Polri {Puslabfor, Densus 88 AT, Sat I Gegana Korps Brimob (AKBP Ir. Wahyu Widodo & AKP Sunadi, Sik) & Dokkes Mabes Polri}.
2. TNI {AL (Den Jaka), AD (Kopassus, Nubika, Zipur), AU/Paskhas}.
3. Badan Intelijen Negara.
4. Departemen Kesehatan.
5. Pemadam Kebakaran.
6. Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional.
7. Departemen Dalam Negeri.
8. Badan Pengawas Tenaga Atom Nasional
Maksud dari pelatihan tersebut untuk mempersiapkan para pembuat kebijakan, para teknisi dan spesialis untuk merencanakan dan melakukan tanggap darurat sebuah insiden KBRN dengan mengambil tindakan langsung yang menyelamatkan jiwa. Termasuk didalamnya untuk mempromosikan standarisasi dan kemampuan internasional operabilitas antara yuridiksi yang berdampingan dan juga sumber daya lain yang dimiliki oleh pemerintah.
IFRTP difokuskan pada Tahap Intervensi dari sebuah insiden KBRN. Dimana para spesialis dan teknisi akan melakukan deteksi, identifikasi, penyelidikan, dekontaminasi serta manajemen korban, sesuai kebutuhan. Keselamatan pemberi tanggap darurat merupakan pertimbangan utama. Dalam hal terdapat ketiadaan informasi yang lengkap mengenai sebuah insiden, sebuah pendekatan ‘semua bahaya’ atau ‘kasus terburuk’ akan digunakan. Keputusan akan dibuat berdasarkan kehati-hatian dan kewaspadaan dan selalu berpihak pada keselamatan. Filosofi ini digunakan dalam menjelaskan parameter operasional seperti jarak evakuasi, persyaratan peralatan pelindung dan seberapa jauh proses dekontaminasi bisa dilakukan.
Akhir dari pelatihan Intermediate Level - CBRN IFRTP bertujuan;
· Melakukan tanggap darurat atas sebuah insiden KBRN dengan menciptakan dan menjaga kerjasama dengan badan-badan tanggap darurat lainnya.
· Menangani korban bila terjadi insiden KBRN.
· Melakukan dekontaminasi terhadap korban, petugas tanggap darurat dan peralatan di sebuah lingkungan yang terkontaminasi KBRN.
· Bekerja dengan aman di dalam lingkungan KBRN.
Petugas tanggap darurat dengan pelatihan IFRTP akan dapat mengurangi kemungkinan “kasus terburuk” dengan aman berdasarkan diagnose, identifikasi dan analisa dari ancaman dan bahaya-bahaya yang akan datang. Semoga hal tersebut dapat terwujud dan berkesinambungan.
5 Jun
Rekan-rekan mungkin mungkin masih belum familiar mendengar istilah KBR. merupakan singkatan dari Kimia Biologi dan Radioaktif. di era kemajuan teknologi yang semakin canggih sekarang ini juga meningkatkan kemampuan teroris untuk mengembangkan senjata2 pemusnah masal, salah satunya yaitu bahan-bahan berbahaya KBR. oleh karena itu untuk mengantisipasi ancaman ini, polri membentuk unit KBR yang mempunyai tugas utama sebagai first responder terhadap kejadian-kejadian yang berhubungan denganbahan-bahan berbahaya KBR ini. Buku pedoman pelaksanaan bagi unit KBR ini sudah selesai dibuat dimana didalam buku tersebut menetapkan bahwa ubit KBR secara struktural berada di dalam Satuan I Gegana Brimob Polri yang bermarkas di Mako Korbrimob di Kelapadua Depok yang diwadahi di dalam satu detasemen yaitu Detasemen E / KBR.
Dalam tulisan ini saya ingin menampilkan salah satu peralatan yang di gunakan untuk menjinakkan bom KBR. seperti gambar di bawah ini:
Alat ini namanya Universal Tent dan Air Foam dolly System
untuk penjelasan secara detail dapat rekan-rekan baca di budomlak KBRyang dapat anda download di member area khusus, jika anda belum mendaftar silahkan registrasi terlebih dahulu (khusus anggota).
Kalo yang satu ini namanya disrupter kaliber 12 mm
3 Jun
Gegana, Departemen ristek, ITS, LIPI, Pindad, tergabung dalam satu tim pembuat robot penjinak bom sendiri. ide ini dilatar belakangi keinginan untuk membuat robot-robot penjinak bom sendiri dan mahalnya harga robot-robot buatan luar negeri serta sulitnya suku cadang robot penjinak bom dan perawatan robot-robot yang dimiliki tim Gegana, maka pemerintah indonesia yang di koordinir oleh departemen ristek telah membuat satu tim pembuat robot penjinak bom indonesia.
Departemen Ristek sebagai koordinator dan bertugas mengurus masalah administrasi dan pendanaan, ITS menghandle pemrograman, desain dan elektronik, LIPI mengambil bagian ,mendisain kamera dan video kontrol, Pindad bertugas membuat makanik robot dan Gegana bertugas mendesain body robot, desain fitur-fitur yang diperlukan robot serta bertuga melakukan uji coba robot terutama uji coba melakukan penjinakan bom.
Pembuatan robot ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan robot-robot penjinak bom untuk tim-tim Gegana diseluruh Indonesia, sebagaimana kita ketahui bahwa masih banyak tim-tim gegana di daerah-daerah belum memiliki robot penjinak bom dan masih mengandalkan penjinakan secara semi remote atau manual.
Mungkin rekan-rekan anggota atbindo diseluruh indonesia mempunyai ide atau saran yang bagus untuk desain atau fitur robot yang mungkin berguna dan bisa mendukung tugas kita sebagai penjinak bom dapat memberikan masukannya dan memberi komentar disini.
3 Jun
Atbindo (Asosiasi Teknisi Bom Indonesia) yang sebagian besar anggotanya adalah Gegana Brimob Polri akan merencanakan untuk membagi / menyebarkan informasi mengenai pengenalan bom dan bahan peledak serta penanganan TPTKP ancaman bom.
Namun tentu saja materi yang diberikan disesuaikan dengan peserta pelatihan, artinya bahwa materi yang diberikan untuk anggota polri tentu saja beda dengan materi yang diberikan kepada petugas security gedung dan berbeda juga materi yang diberikan kepada karyawan pabrik atau masyarakan umum.
Rencana ini mengingat maraknya ancaman-ancaman bom yang terjadi di ibukota tercinta kita Jakarta dan tidak menutup kemungkinan di daerah-daera lain di indonesi.
untuk lebih jelasnya informasi mengenai hal ini, silahkan menghubungi atbindo melalui email info@atbindo.org.