Asosiasi Teknisi Bom Indonesia
3 Jun
Gegana, Departemen ristek, ITS, LIPI, Pindad, tergabung dalam satu tim pembuat robot penjinak bom sendiri. ide ini dilatar belakangi keinginan untuk membuat robot-robot penjinak bom sendiri dan mahalnya harga robot-robot buatan luar negeri serta sulitnya suku cadang robot penjinak bom dan perawatan robot-robot yang dimiliki tim Gegana, maka pemerintah indonesia yang di koordinir oleh departemen ristek telah membuat satu tim pembuat robot penjinak bom indonesia.
Departemen Ristek sebagai koordinator dan bertugas mengurus masalah administrasi dan pendanaan, ITS menghandle pemrograman, desain dan elektronik, LIPI mengambil bagian ,mendisain kamera dan video kontrol, Pindad bertugas membuat makanik robot dan Gegana bertugas mendesain body robot, desain fitur-fitur yang diperlukan robot serta bertuga melakukan uji coba robot terutama uji coba melakukan penjinakan bom.
Pembuatan robot ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan robot-robot penjinak bom untuk tim-tim Gegana diseluruh Indonesia, sebagaimana kita ketahui bahwa masih banyak tim-tim gegana di daerah-daerah belum memiliki robot penjinak bom dan masih mengandalkan penjinakan secara semi remote atau manual.
Mungkin rekan-rekan anggota atbindo diseluruh indonesia mempunyai ide atau saran yang bagus untuk desain atau fitur robot yang mungkin berguna dan bisa mendukung tugas kita sebagai penjinak bom dapat memberikan masukannya dan memberi komentar disini.
3 Jun
Atbindo (Asosiasi Teknisi Bom Indonesia) yang sebagian besar anggotanya adalah Gegana Brimob Polri akan merencanakan untuk membagi / menyebarkan informasi mengenai pengenalan bom dan bahan peledak serta penanganan TPTKP ancaman bom.
Namun tentu saja materi yang diberikan disesuaikan dengan peserta pelatihan, artinya bahwa materi yang diberikan untuk anggota polri tentu saja beda dengan materi yang diberikan kepada petugas security gedung dan berbeda juga materi yang diberikan kepada karyawan pabrik atau masyarakan umum.
Rencana ini mengingat maraknya ancaman-ancaman bom yang terjadi di ibukota tercinta kita Jakarta dan tidak menutup kemungkinan di daerah-daera lain di indonesi.
untuk lebih jelasnya informasi mengenai hal ini, silahkan menghubungi atbindo melalui email info@atbindo.org.