Asosiasi Teknisi Bom Indonesia
20 Jun
9 Jun
6 Jan
Rekan-rekan member atbindo sekalian, mulai sekarang atbindo sudah meluncurkan sebuah forum sebagai wadah diskusi para member atbindo khususnya anggota teknisi bom di seluruh Indonesia. Jadi dengan sudah di luncurkannya forum ini kita berharap jika ingin berdiskusi bisa di lakukan di forum ini. Jadi diskusi jangan lagi di dalam blog ini. Untuk masuk ke forum Atbindo silahkan klik link di menu sebelah kanan atas (Forum Atbindo) dan setiap user baru harus register terlebih dahulu.
Untuk lebih jelasnya akan kami jelaskan mekanisme posting di situs Atbindo ini:
Blog : blog adalah situs utama Atbindo dengan URL : http://www.atbindo.org >> di sini rekan2 dapat menulis artikel sesuai dengan kategori yang di buat atau hanya membaca dan memberi komentar-komentar yang berhubungan dengan isi artikel.
Member Area : ini adalah area khusus member teknisi bom yang dalam hal ini anggota Gegana, untuk masuk ke area in terlebih dahulu anda harus login ke login member seterusnya anda akan memasuki member area khusus, dimana di member area ini anda dapat mendownload file2 khusus untuk konsumsi teknisi bom.
Forum Atbindo : di sini adalah tempat untuk berdikusi secara bebas, forum ini khusus untuk anggota teknisi bom di seluruh Indonesia, terlebih dahulu anda harus register untuk bisa menggunakan fasilitas ini.
jika ada yang belum jelas tentang penggunaan fitur2 di atbindo.org, silahkan kontak kami di email info@atbindo.org
terima kasih.
Admin atbindo
10 Jul
Detasemen B Satuan I Gegana Korp Brimob Polri adalah unsur pelaksana utama di tingkat Satuan I Gegana yang bertugas membina dan mengerahkan kekuatan satuan menindak gangguan kamtibmas berkadar tinggi khususnya kejahatan terorganisir yang menggunakan senjata api dan bahan peledak atau bom.
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan profesionalisme dan keterampilan personil dalam melaksanakan tugas operasional. Maka perlunya diselenggarakan latihan teknis dan taktis bagi personil Detasemen B secara bertingkat, bertahap dan berkesinambungan guna mewujudkan standarisasi kemampuan dan kesiapan operasional satuan.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas Detasemen B Satuan I Gegana telah menyelenggarakan pelatihan pembinaan dan peningkatan kemampuan Teknisi Bom dari tanggal 09 s/d 24 Juni 2008 secara swadaya. Guna mempersiapkan dan menghadapi tantangan tugas dimasa mendatang.
PESERTA LATIHAN
Peserta latihan terdiri dari 9 (sembilan) personil Detasemen B Satuan I Gegana yang dipilih berdasarkan penilaian kinerja dan dedikasi serta motivasi.
Telah memiliki standart kemampuan dasar Operator Bom (Teknisi Bom) masing-masing personil.
Peserta telah melalui seleksi yang meliputi test fisik dan Psiko test.
Peserta latihan dilengkapi kendaraan taktis Jibom lengkap
SISTEM PENILAIAN
Selama latihan berlangsung, penilaian dilaksanakan oleh para instruktur bersama para perwira yang terlibat dalam struktur latihan,dengan sasaran sebagai berikut :
Mental, disiplin serta rasa tanggung jawab dari peserta latihan.
Kemampuan menyerap materi pelajaran.
Keterampilan dalam aplikasi antara teori dan praktek lapangan.
Nilai hasil menangani dan menyelesaikan kasus dalam skenario yang dibuat oleh team instruktur.
HASIL YANG DICAPAI
Dalam pelaksanaan latihan peningkatan kemampuan Teknisi Bom dasar bagi anggota Den B Sat I Gegana, ada beberapa hasil yang didapat sebagai berikut :
Latihan pembinaan dan peningkatan kemampuan tekhnisi bom personil Detasemen B Sat I Gegana secara umum dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai rencana latihan.
Praktek lapangan terhadap penyelesaian semua kasus yang dibuat oleh team instruktur dalam berbagai skenario dapat diselesaikan sesuai petunjuk taktis dan tekhnis yang telah disampaikan oleh instruktur dan berpedoman pada SOP yang benar.
Pada akhir pelaksanaan latihan, dilaksanakan penilaian terhadap peran dan kemampuan peserta dalam menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama latihan dalam kegiatan simulasi serta evaluasi terhadap semua materi yang diberikan dengan hasil yang cukup baik.
Dengan terselengaranya latihan Teknisi Bom Den B Sat I Gegana maka telah terbentuk 9 (sembilan) orang operator penjinak bom di lingkungan Detasemen B Sat I Gegana.
25 Jun
Untuk mengantisipasi ancaman terror dan bencana dimasa mendatang terutama yang berhubungan dengan kimia, biologi, radiologi dan nuklir, Kemenko Polhukam bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kanada mengadakan latihan Intermediate Level - CBRN International First responder Training Program (Program Pelatihan Petugas Tanggap Darurat Internasional KBRN) di JCLEC Semarang dari tanggal 9 juni s/d 13 juni 2008. Peserta terdiri dari Instansi Pemerintahan yang berhubungan dengan tugas tersebut. Antara lain:
1.Ā Ā Ā Polri {Puslabfor, Densus 88 AT, Sat I Gegana Korps Brimob (AKBP Ir. Wahyu Widodo & AKP Sunadi, Sik) & Dokkes Mabes Polri}.
2.Ā Ā Ā TNI {AL (Den Jaka), AD (Kopassus, Nubika, Zipur), AU/Paskhas}.
3.Ā Ā Ā Badan Intelijen Negara.
4.Ā Ā Ā Departemen Ā Kesehatan.
5.Ā Ā Ā Pemadam Kebakaran.
6.Ā Ā Ā Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional.
7.Ā Ā Ā Departemen Dalam Negeri.
8.Ā Ā Ā Badan Pengawas Tenaga Atom Nasional
Maksud dari pelatihan tersebut untuk mempersiapkan para pembuat kebijakan, para teknisi dan spesialis untuk merencanakan dan melakukan tanggap darurat sebuah insiden KBRN dengan mengambil tindakan langsung yang menyelamatkan jiwa. Termasuk didalamnya untuk mempromosikan standarisasi dan kemampuan internasional operabilitas antara yuridiksi yang berdampingan dan juga sumber daya lain yang dimiliki oleh pemerintah.
IFRTP difokuskan pada Tahap Intervensi dari sebuah insiden KBRN. Dimana para spesialis dan teknisi akan melakukan deteksi, identifikasi, penyelidikan, dekontaminasi serta manajemen korban, sesuai kebutuhan. Keselamatan pemberi tanggap darurat merupakan pertimbangan utama. Dalam hal terdapat ketiadaan informasi yang lengkap mengenai sebuah insiden, sebuah pendekatan āsemua bahayaā atau ākasus terburukā akan digunakan. Keputusan akan dibuat berdasarkan kehati-hatian dan kewaspadaan dan selalu berpihak pada keselamatan. Filosofi ini digunakan dalam menjelaskan parameter operasional seperti jarak evakuasi, persyaratan peralatan pelindung dan seberapa jauh proses dekontaminasi bisa dilakukan.Ā Ā
Akhir dari pelatihan Intermediate Level - CBRN IFRTP bertujuan;
Ā·Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Melakukan tanggap darurat atas sebuah insiden KBRN dengan menciptakan dan menjaga kerjasama dengan badan-badan tanggap darurat lainnya.
Ā·Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Menangani korban bila terjadi insiden KBRN.
Ā·Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Melakukan dekontaminasi terhadap korban, petugas tanggap darurat dan peralatan di sebuah lingkungan yang terkontaminasi KBRN.
Ā·Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Bekerja dengan aman di dalam lingkungan KBRN.
Petugas tanggap darurat dengan pelatihan IFRTP akan dapat mengurangi kemungkinan ākasus terburukā dengan aman berdasarkan diagnose, identifikasi dan analisa dari ancaman dan bahaya-bahaya yang akan datang. Semoga hal tersebut dapat terwujud dan berkesinambungan.
3 Jun
Gegana, Departemen ristek, ITS, LIPI, Pindad, tergabung dalam satu tim pembuat robot penjinak bom sendiri. ide ini dilatar belakangi keinginan untuk membuat robot-robot penjinak bom sendiri dan mahalnya harga robot-robot buatan luar negeri serta sulitnya suku cadang robot penjinak bom dan perawatan robot-robot yang dimiliki tim Gegana, maka pemerintah indonesia yang di koordinir oleh departemen ristek telah membuat satu tim pembuat robot penjinak bom indonesia.
Departemen Ristek sebagai koordinator dan bertugas mengurus masalah administrasi dan pendanaan, ITS menghandle pemrograman, desain dan elektronik, LIPI mengambil bagian ,mendisain kamera dan video kontrol, Pindad bertugas membuat makanik robot dan Gegana bertugas mendesain body robot, desain fitur-fitur yang diperlukan robot serta bertuga melakukan uji coba robot terutama uji coba melakukan penjinakan bom.
Pembuatan robot ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan robot-robot penjinak bom untuk tim-tim Gegana diseluruh Indonesia, sebagaimana kita ketahui bahwa masih banyak tim-tim gegana di daerah-daerah belum memiliki robot penjinak bom dan masih mengandalkan penjinakan secara semi remote atau manual.
Mungkin rekan-rekan anggota atbindo diseluruh indonesia mempunyai ide atau saran yang bagus untuk desain atau fitur robot yang mungkin berguna dan bisa mendukung tugas kita sebagai penjinak bom dapat memberikan masukannya dan memberi komentar disini.
3 Jun
Atbindo (Asosiasi Teknisi Bom Indonesia) yang sebagian besar anggotanya adalah Gegana Brimob Polri akan merencanakan untuk membagi / menyebarkan informasi mengenai pengenalan bom dan bahan peledak serta penanganan TPTKP ancaman bom.
Namun tentu saja materi yang diberikan disesuaikan dengan peserta pelatihan, artinya bahwa materi yang diberikan untuk anggota polri tentu saja beda dengan materi yang diberikan kepada petugas security gedung dan berbeda juga materi yang diberikan kepada karyawan pabrik atau masyarakan umum.
Rencana ini mengingat maraknya ancaman-ancaman bom yang terjadi di ibukota tercinta kita Jakarta dan tidak menutup kemungkinan di daerah-daera lain di indonesi.
untuk lebih jelasnya informasi mengenai hal ini, silahkan menghubungi atbindo melalui email info@atbindo.org.
29 Feb
PELATIHAN PENGOPERASIAN PERALATAN KHUSUS JIBOM DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA
Klik foto untuk melihat ukuran besar
Unit Jibom Timika-Papua
Unit Jibom Sultra
Unit Jibom Kaltim
Unit Jibom Kalsel
Unit Jibom Kalteng