Alarm cahaya dengan IC 555

Rangkaian alarm cahaya ini merupakan kombinasi rangkaian saklar elektronik yang di kontrol dengan cahaya dan rangkaian multivibrator astabil yang dibangun dengan IC 555. Rangkaian alarm cahaya ini disupplay dengan baterai 9 volt sehingga rangkaian alarm cahaya ini dapat diaplikasikan pada lemari atau brankas. Rangkaian saklar cahaya yang digunakan pada rangkaian alarm cahaya ini adalah sebuah LDR dan transistor. Sensitifitas rangkaian alarm cahaya ini dapat diatur dengan seting VR100K  sampai kondisi penerimaan cahaya untuk mengaktifkan alarm sesuai dengan keinginan. Rangkaian lengkap alarm cahaya dapat dilihat pada gambar berikut.

 Prinsip kerja alarm cahaya ini dimulai pada saat rangkaian alarm dihidupkan. Sensor cahaya akan medeteksi cahaya yang diterima, apabila cahaya yang yang diterima cukup maka transistor PNP BC158 akan mendapat bias dan transistor posisi ON sehingga rangkaian multivibrator mendapat triger sehingga terjadi osilasi pada rangkaian multivibrator tersebut dan pulsa yang dihasilkan dari osilasi tersebut diteruskan ke speaker sehingga alarm berbunyi. Rangkaian multivibrator astabil diatas bekerja pada frekeunsi 1KHz, frekuensi kerja rangkaian multivibrator dengan IC 555 ini ditentukan oleh nilai konfigurasi R10K, R56K dan C0.01uF. Untuk mengubah nada yang dihasilkan rangkaian alarm cahaya ini nilai dari R dan C tersebut dapat diubah sesuai keinginan.

 

11

01 2012

Phase 2 Bomb Data Centre workshop- JCLEC

SEJARAH TERBENTUKNYA GEGANA

Awal terbentuknya Gegana Korps Brimob Polri dilatar belakangi  dengan adanya peristiwa pembajakan pesawat udara di Australia pada tahun 1974 maka untuk mengantisipasi dampak dari peristiwa tersebut terhadap keamanan NKRI mengingat secara geografis letak Indonesia berdekatan dengan Australia maka dibentuklah satuan Gegana dengan tugas pokok sebagai pasukan khusus Anti Pembajakan Pesawat Udara ( ATBARA ) berdasarkan surat keputusan Kadapol Metro Jaya No. Pol : Skep/29/XI/1974 tanggal 27 Nopember 1974 yang merupakan realisasi fisik dari Instruksi Menhankam/Pangab Nomor : SHK / 633 / V / 1972 tanggal 20 Mei 1972 dan Instruksi Kapolri No. Pol : INST/41/VII/1972 tanggal 29 Juli 1972 tentang penanggulangan kejahatan pembajakan udara/laut dan terrorisme Internasional.

Tugas Pokok Satuan Gegana pada saat itu adalah membantu Kadapol VII Metro Jaya dalam tugas operasional Kepolisian, khususnya menanggulangi terorisme Internasional yang melakukan pembajakan pesawat udara/laut, penculikan terhadap karyawan Kedubes asing dan warga Negara asing serta penyanderaan yang terjadi di wilayah Kodak VII Metro Jaya dengan motto “ Setia, Tabah, Waspada” dan motto pengabdian “ Pengabdian yang paling membahagiakan dalam hidup ini ialah  apabila kita berbuat sesuatu bagi bangsa dan Negara yang menurut orang lain tidak mungkin mampu kita lakukan” Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan tugas yang lebih luas mencakup seluruh wilayah NKRI maka Satuan Gegana Kodak VII Metro Jaya berubah menjadi Detasemen Gegana dibawah Pusbrimob berdasarkan surat keputusan Kapolri No. Pol. : Skep / 487 / XII / 1984 tanggal 13 Desember 1984 tentang pembentukan Detasemen Gegana Brigade Mobil Polri  pada Direktorat Samapta Mabes Polri, sebagai realisasi dari keputusan Paglima ABRI Nomor : Kep / 11 / P / III / 1984 tanggal 31 Maret 1984 tentang pokok – pokok organisasi dan prosedur Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep / 09 / X / 1984 lampiran “K” tanggal 30 Oktober 1984 tentang pokok – pokok Organisasi, Prosedur dan badan – badan  pada Mabes Polri.

 Nah Kalo mau di tulis semua disini ya panjang banget jadinya… ada 19 halaman. Jadi mendinfan download aja soft copy nya atau filenya di member area. login aja langsung. Ok Bro selamat membaca…

10

01 2011

PISAU UNTUK PENJINAK BOM

Sebagai penjinak bom, memiliki alat-alat pribadi yang berguna untuk mendukung tugas di lapangan sangatlah diperlukan. salah satunya adalah pisau lipat yang berkualitas namun dengan harga yang sangat tejangkau.

Merk : S&W ( siapa yang gak kenal merek ini??? smith & wesson), salah satu produsen alat2 berkualitas dari Amerika.

yang berminat silahkan order di comment atau telepon 081387023999 (Rosadi)

09

11 2009

SHARING PHOTO DENGAN HEMAT

Bagi kawan-kawan yang suka posting photo dan belum tahu, mungking cara ini akan bisa membantu dalam menghemat disk dan bisa banyak-banyak posting photonya. Saya juga baru belajar nih, jadi jika ada kawan-kawan yang sudah tahu dan pandai dalam bidang ini silakan sharing pengalamannya, biar saya dan juga kawan yang belum pandai bisa lebih tahu dan paham.  Disini kita bisa memanfaatin layanan album online gratis. Pertama-tama kita masuk atau cari lewat google ‘photobucket’ lalu klik pada daftar atau join now dan buatlah account/profilnya. Setelah itu kita bisa login terus upload/masukkan photo yang kita mau posting ke tempat kita di photobucket tersebut. Bisa juga kawan masukkan photo sebanyak-banyaknya sehingga kapan-kapan mau posting tinggal ambil/link aja. Setelah itu jika mau posting tinggal link pada url yang ada di photobucket ke tempat kawan mau posting. Pokoknya gampang aja kok.

20

06 2009

Gegana sahabat anak

siaga MantaBrata gegana selalu siap

Pengumuman: Launching Forum Atbindo

Rekan-rekan member atbindo sekalian, mulai sekarang atbindo sudah meluncurkan sebuah forum sebagai wadah diskusi para member atbindo khususnya anggota teknisi bom di seluruh Indonesia. Jadi dengan sudah di luncurkannya forum ini kita berharap jika ingin berdiskusi bisa di lakukan di forum ini. Jadi diskusi jangan lagi di dalam blog ini. Untuk masuk ke forum Atbindo silahkan klik link di menu sebelah kanan atas (Forum Atbindo) dan setiap user baru harus register terlebih dahulu.

Untuk lebih jelasnya akan kami jelaskan mekanisme posting di situs Atbindo ini:

Blog : blog adalah situs utama Atbindo dengan URL : http://www.atbindo.org >> di sini rekan2 dapat menulis artikel sesuai dengan kategori yang di buat atau hanya membaca dan memberi komentar-komentar yang berhubungan dengan isi artikel.

Member Area : ini adalah area khusus member teknisi bom yang dalam hal ini anggota Gegana, untuk masuk ke area in terlebih dahulu anda harus login ke login member seterusnya anda akan memasuki member area khusus, dimana di member area ini anda dapat mendownload file2 khusus untuk konsumsi teknisi bom.

Forum Atbindo : di sini adalah tempat untuk berdikusi secara bebas, forum ini khusus untuk anggota teknisi bom di seluruh Indonesia, terlebih dahulu anda harus register untuk bisa menggunakan fasilitas ini.

jika ada yang belum jelas tentang penggunaan fitur2 di atbindo.org, silahkan kontak kami di email info@atbindo.org

terima kasih.

Admin atbindo

06

01 2009

LATIHAN OPERATOR JIBOM / TEKNISI BOM GEGANA

foto1.jpg

Detasemen B Satuan I Gegana Korp Brimob Polri adalah unsur pelaksana utama di tingkat Satuan I Gegana yang bertugas membina dan mengerahkan kekuatan satuan menindak gangguan kamtibmas berkadar tinggi khususnya kejahatan terorganisir yang menggunakan senjata api dan bahan peledak atau bom.

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan profesionalisme dan keterampilan personil dalam melaksanakan tugas operasional. Maka perlunya diselenggarakan latihan teknis dan taktis bagi personil Detasemen B secara bertingkat, bertahap dan berkesinambungan guna mewujudkan standarisasi kemampuan dan kesiapan operasional satuan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas Detasemen B Satuan I Gegana telah menyelenggarakan pelatihan pembinaan dan peningkatan kemampuan Teknisi Bom dari tanggal 09 s/d 24 Juni 2008 secara swadaya. Guna mempersiapkan dan menghadapi tantangan tugas dimasa mendatang.

PESERTA LATIHAN

Peserta latihan terdiri dari 9 (sembilan) personil Detasemen B Satuan I Gegana yang dipilih berdasarkan penilaian kinerja dan dedikasi serta motivasi.

foto2.jpg

Telah memiliki standart kemampuan dasar Operator Bom (Teknisi Bom) masing-masing personil.

Peserta telah melalui seleksi yang meliputi test fisik dan Psiko test.

Peserta latihan dilengkapi kendaraan taktis Jibom lengkap

SISTEM PENILAIAN

Selama latihan berlangsung, penilaian dilaksanakan oleh para instruktur bersama para perwira yang terlibat dalam struktur latihan,dengan sasaran sebagai berikut :

Mental, disiplin serta rasa tanggung jawab dari peserta latihan.

Kemampuan menyerap materi pelajaran.

Keterampilan dalam aplikasi antara teori dan praktek lapangan.

Nilai hasil menangani dan menyelesaikan kasus dalam skenario yang dibuat oleh team instruktur.

HASIL YANG DICAPAI

Dalam pelaksanaan latihan peningkatan kemampuan Teknisi Bom dasar bagi anggota Den B Sat I Gegana, ada beberapa hasil yang didapat sebagai berikut :

Latihan pembinaan dan peningkatan kemampuan tekhnisi bom personil Detasemen B Sat I Gegana secara umum dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai rencana latihan.

Praktek lapangan terhadap penyelesaian semua kasus yang dibuat oleh team instruktur dalam berbagai skenario dapat diselesaikan sesuai petunjuk taktis dan tekhnis yang telah disampaikan oleh instruktur dan berpedoman pada SOP yang benar.

Pada akhir pelaksanaan latihan, dilaksanakan penilaian terhadap peran dan kemampuan peserta dalam menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama latihan dalam kegiatan simulasi serta evaluasi terhadap semua materi yang diberikan dengan hasil yang cukup baik.

Dengan terselengaranya latihan Teknisi Bom Den B Sat I Gegana maka telah terbentuk 9 (sembilan) orang operator penjinak bom di lingkungan Detasemen B Sat I Gegana.

10

07 2008

Intermediate Level – Chemical, Biological, Radiological & Nuclear International First Responder Training Program – JCLEC Semarang

Untuk mengantisipasi ancaman terror dan bencana dimasa mendatang terutama yang berhubungan dengan kimia, biologi, radiologi dan nuklir, Kemenko Polhukam bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kanada mengadakan latihan Intermediate Level – CBRN International First responder Training Program (Program Pelatihan Petugas Tanggap Darurat Internasional KBRN) di JCLEC Semarang dari tanggal 9 juni s/d 13 juni 2008. Peserta terdiri dari Instansi Pemerintahan yang berhubungan dengan tugas tersebut. Antara lain:

1.    Polri {Puslabfor, Densus 88 AT, Sat I Gegana Korps Brimob (AKBP Ir. Wahyu Widodo & AKP Sunadi, Sik) & Dokkes Mabes Polri}.

2.    TNI {AL (Den Jaka), AD (Kopassus, Nubika, Zipur), AU/Paskhas}.

3.    Badan Intelijen Negara.

4.    Departemen  Kesehatan.

5.    Pemadam Kebakaran.

6.    Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional.

7.    Departemen Dalam Negeri.

8.    Badan Pengawas Tenaga Atom Nasional

Maksud dari pelatihan tersebut untuk mempersiapkan para pembuat kebijakan, para teknisi dan spesialis untuk merencanakan dan melakukan tanggap darurat sebuah insiden KBRN dengan mengambil tindakan langsung yang menyelamatkan jiwa. Termasuk didalamnya untuk mempromosikan standarisasi dan kemampuan internasional operabilitas antara yuridiksi yang berdampingan dan juga sumber daya lain yang dimiliki oleh pemerintah.

IFRTP difokuskan pada Tahap Intervensi dari sebuah insiden KBRN. Dimana para spesialis dan teknisi akan melakukan deteksi, identifikasi, penyelidikan, dekontaminasi serta manajemen korban, sesuai kebutuhan. Keselamatan pemberi tanggap darurat merupakan pertimbangan utama. Dalam hal terdapat ketiadaan informasi yang lengkap mengenai sebuah insiden, sebuah pendekatan ‘semua bahaya’ atau ‘kasus terburuk’ akan digunakan. Keputusan akan dibuat berdasarkan kehati-hatian dan kewaspadaan dan selalu berpihak pada keselamatan. Filosofi ini digunakan dalam menjelaskan parameter operasional seperti jarak evakuasi, persyaratan peralatan pelindung dan seberapa jauh proses dekontaminasi bisa dilakukan.  

Akhir dari pelatihan Intermediate Level – CBRN IFRTP bertujuan;

·         Melakukan tanggap darurat atas sebuah insiden KBRN dengan menciptakan dan menjaga kerjasama dengan badan-badan tanggap darurat lainnya.

·         Menangani korban bila terjadi insiden KBRN.

·         Melakukan dekontaminasi terhadap korban, petugas tanggap darurat dan peralatan di sebuah lingkungan yang terkontaminasi KBRN.

·         Bekerja dengan aman di dalam lingkungan KBRN.

Petugas tanggap darurat dengan pelatihan IFRTP akan dapat mengurangi kemungkinan “kasus terburuk” dengan aman berdasarkan diagnose, identifikasi dan analisa dari ancaman dan bahaya-bahaya yang akan datang. Semoga hal tersebut dapat terwujud dan berkesinambungan.